Minggu, 25 September 2011

Wireless


Wireless LAN merupakan jaringan LAN tanpa kabel untuk menghubungkan antara klien dan server, yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Secara umum teknologi Wireless LAN hampir sama dengan teknologi jaringan komputer yang menggunakan kabel (Wire LAN atau Local Area Network).

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.
Teknologi Wireless LAN ada yang menggunakan frekuensi radio untuk mengirim dan menerima data yang tentunya mengurangi kebutuhan atau ketergantungan hubungan melalui kabel. Akibatnya pengguna mempunyai mobilitas atau fleksibilitas yang tinggi dan tidak tergantung pada suatu tempat atau lokasi. Teknologi Wireless LAN juga memungkinkan untuk membentuk jaringan komputer yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh jaringan komputer yang menggunakan kabel.
LAN Yang menggunakan media transmisi wireless bisa berupa frekuensi radio, inframerah ataupun sinar laser untuk berkomunikasi di antara work station dan file server ataupun hub. Sistem ini berguna apabila penyambungan lewat koneksi kabel atau serat optik cukup mahal atau untuk aplikasi koneksi bergerak.

Jaringan model wireless ini sangat baik untuk komputer laptop atau komputer remote untuk berkoneksi dengna LAN. Wireless juga menguntungkan apabila di sebuah gedung sangat sulit menginstalasi kabel. Jaringan yang menggunakan wireless mempunyai kerugian antara lain relative lebih mahal, tidak aman, dan riskan terhadap interferensi cahaya dan listrik, dan sangat lambat dibandingkan dengan penggunaan kabel. Kelebihannya adalah jaringan jenis ini portable (fleksibel tempatnya) dan jika menggunakan frekuensi radio dan tidak ada media penghalang bisa menjangkau lebih luas dibandingkan dengan kabel.

Beberapa model peralatan yang menggunakan wireless diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Telepon selular dan radio panggil(pager)
2. GPRS untuk navigasi
3. Alat-alat komputer tanpa kabel seperti mouse dan keyboard
4. Telepon Cordless
5. Remote Control
6. Satelit televisi
7. Wireles LAN

Study Kasus : 

Jaringan Wireless pada “THA-WILL COFFE SHOP”
Jaringan Nirkabel (Wireless Network) Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer, karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer dalam sebuah jaringan. 

Configurasi Keamanan dan IP Address


Topologi jaringan

Topologi jaringan yang digunakan adalah peer2peer, alasannya di cafe ini tidak terdapat sebuah server, semua komputer yang berada dalam network ini berada pada kedudukan yang sama.
Berikut ini adalah gambaran umum dari sebuah jaringan dengan topologi p2p (peer-to-peer)


Class IP Address yang digunakan
IP Address yang digunakan adalah IP Address class C

Kesimpulan Hasil Analisa
Berdasarkan studi kasus di atas kami menyimpulkan bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dari jaringan wireless di cafe ini diantaranya sistem keamanan (security) dengan menggunakan berbagai tools yang bertebaran di internet, Tools pengungkap kelemahan WEP enkripsi kebanyakan berjalan di atas sistem operasi Linux dan tools-tols tersebut sudah ada yang bisa berjalan di atas windows namun beberapa tools dengan terlebih dahulu mengcompilenya agar bisa berjalan di windows. Tools lain yang ikut berperan dalam mengungkapkan kelemahan jaringan diantaranya software yang mampu menganalisa serta memonitor jaringan wireless tanpa terlebih dahulu masuk ke dalam jaringan. Software-software ini biasanya hanya mendukung beberapa jenis card tertentu dengan jenis chipset tertentu. Tools tersebut diantaranya Airopeek, Airmagnet, Linkferret, CommView for wifi. Dengan tools tersebut featurenya mampu memonitor jaringan wireless tanpa perlu terhubung atau berasosiasi dengan Access Point, juga feature tools tersebut mampu menganalisa atau memonitor jaringan walaupun jaringan tersebut telah dilengkapi dengan security WEP/WPA/TKIP, bahkan yang lebih gila lagi sebagian tools tersebut mampu melakukan attack, seperti Daniel of Service, Man and the midle attack, ARP Spoofing Attack, Deauthentication Attack, EAPOL Logoff attack, Deauthentication Flood Attack. Tools-tools tersebut bagaikan dua mata pisau artinya tergantung niat orang yang menggunakannya, apakah digunakan untuk mengungkap kelemahan security jaringan ataukah mau menjadi seorang hacker yang merusak.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar