Kamis, 10 November 2011

BLUE PRINT TELEMATIKA INDONESIA

 
Pertama-tama saya ingin mengajak seluruh bangsa Indonesia, untuk mengenal satu kata yang baku yaitu “TELEMATIKA”. Makna dan artinya adalah ”telekomunikasi, komunikasi dan informasi, multi media dan penyiaran”. Bahasa Inggrisnya  ”Telematika” ya “Telematika”, ini nama atau istilah baku dan bukan untuk diterjemahkan ke bahasa lainnya. Sama saja “Hidayat” dalam bahasa apa saja tentu tetap “Hidayat”.
Beberapa waktu ini saya dan beberapa rekan di komunitas Telematika Indonesia, sedang gundah, karena proses perkembangan dan pemanfaatan Telematika di indonesia tidak seperti yang kita harapkan.
Seharusnya dasar untuk melangkah maju diatur dalam suatu rencana strategis yang sering kita sebut dengan “BLUE PRINT”.  Ditingkat tertinggi, seharusnya President Republik Indonesia, menetapkan “Blue Print Telematika Nasional”. meski global dan macro, tapi harus jelas & dapat dimengerti oleh semua Departemen dan Kementerian, Pejabat Tinggi dan semua Lembaga Negara, apa yang ingin dicapai dengan cara apa dan mana yang menjadi prioritas utama. Jelas pula pembagian tanggung jawabnya, besarnya dana yang diperlukan dan apa peran masyarakat dan komunitas Telematika dalam pelaksanaannya. 
Dari blue print tingkat nasional ini, kemudian masing-masing departemen dan kementerian, lembaga-lembaga dan pemerintah daerah, menguraikannya menjadi rencana strategis masing2. Selanjutnya disusun jadi rencana kerja yang terperinci, tapi hasil akhirnya tetap mengacu pada Blue Print Telematika Nasional.
Seperti sebuah Piramid, direncanakan dari atas kebawah, kemudian dilaksanakan pembangunannya dari bawah keatas.
Saat ini blue print telematika dibuat oleh semua-nya saja. Masing-masing Departemen dan Kementerian serta Lembaga membuat blue print, malah mungkin setiap Propinsi dan di Ibu Kota dan Kota Besar, maupun  ditingkat  Kabupaten, membuat blue print Telematika. Blue print dan rencana kerja dari masing-masing bagian itu belum tentu saling berkesinambungan.
Parahnya lagi sebagian sudah mulai direalisasikan. Nilai dana yang tersedia pun cukup besar, ditambah lagi dengan berbagai bantuan luar negeri, berupa grant maupun pinjaman. Cara merealisasikannya dengan berbagai kajian, pelatihan dan sosialisasi, atau dibuat aplikasi-aplikasi yang saling terlepas, sehingga meski sudah banyak memakan biaya, tenaga dan waktu, hasilnya masih berupa kesimpulan, kertas kerja atau penerapan di satu daerah saja dan banyak yang kurang nyata manfaatnya.
Begitulah keadaan yang kami gundahkan.
Kami harapkan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mencanangkan “Blue Print Telematika Nasional” sehingga semua usaha yang sedang dan akan dilaksanakan semakin jelas tujuan akhirnya.
Sementara itu mass media yang juga bagian dari Telematika, dapat mencari dan memberitakan secara jelas dan lugas, mana yang patut kita tegur karena kurang berhasil. tapi juga menyebar luaskan berita-berita menggembirakan mengenai hasil kerja nyata dan berhasil memuaskan, dibidang Telematika di indonesia.

http://www.realta.co.id/blog/blue-print-telematika-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar